Origamii Bisnis Foto Kreatif dalam Kemasan Lifestyle & Trendy

Bisnis ini sukses memanfaatkan perubahan fungsi mal sebagai lifestyle dengan menghadirkan sebuah bisnis foto kreatif yang trendy di sejumlah mal. Seperti apa peluang bisnisnya? 

Nama Origamii di industri waralaba tanah air memang tidak setenar bisnis-bisnis waralaba yang lain. Tetapi siapa yang menyangka diam-diam bisnis ini berkembang pesat di sejumlah kota.

Beberapa kota dimaksud antara lain Jakarta, Tangerang, Depok, Bekasi, Bandung, Medan, Lampung, Palembang dan kota lainnya. Termasuk beberapa lokasi baru yang sedang dalam pengerjaan baik di dalam kota mau pun luar kota dan akan di buka dalam waktu dekat ini.

Tercatat hingga saat ini Origamii telah memiliki 26 gerai disejumlah mal, dan untuk menutup tahun 2015, Origamii yang dikembangkan seorang pengusaha muda bernama Eric Liga Saputra optimis mencapai target pembukaan 36 gerainya.

“Konsep bisnis Origamii adalah bisnis layanan foto kreatif yang hadir dalam kemasan lifestyle dengan produk-produk trendy yang bervariasi dan memiliki nilai jual tambah yang dapat memberikan keuntungan tinggi, sehingga menjadikan Origamii sebagai bisnis yang menarik bagi mereka yang ingin berinvestasi. Sehingga kami optimis atas target yang telah kami canangkan,” kata Eric.

Bisnis ini memberi layanan mulai dari cuci cetak foto tradisional, photo booth, ID print, foto studio, album, grafir 3D laser, karikatur, mosaic printing, canvas dan cetak pembesaran beserta aksesoris dan produk kreatif lainnya. Seluruh produk kreatif tersebut dibuat secara sistemasi dengan menggunakan teknologi software yang dikembangkan sendiri yang sesuai dengan konsep toko foto kreatif modern.

Yang menarik dari Origamii yaitu konsep bisnisnya di mana menggabungkan seni, gaya hidup yang dikemas menjadi produk untuk muda mudi di seluruh Indonesia. Bisnis ini juga tidak membutuhkan kemampuan SDM tinggi untuk menjalankannya karena sudah tersistem.

“Untuk menjalankan usaha Origamii juga tidak diperlukan latar belakang dari bisnis  tertentu karena kami sudah mempermudah proses bisnis usaha ini dengan banyak melakukan otomatisasi, artinya lebih banyak sistem dan mesin yang bekerja,” papar Eric.Sistem itu dibuat kata Eric, sebagai bentuk kesadaran akan suatu tantangan dalam menjalankan suatu usaha yakni Sumber Daya Manusia.

”Dengan system kami, maka ketergantungan usaha terhadap SDM lebih ringan karena siapapun bisa di training dengan cepat untuk mengoperasikan toko dengan baik. Sedangkan untuk masa depannya, kami banyak melakukan investasi di tim kreatif dan mesin-mesin baru supaya kami bisa senantiasa memberikan produk baru yang unik terus-menerus,” kata Eric.

Origamii juga merupakan usaha kreatif waralaba lokal yang sudah teruji dan telah memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) dari Kementerian Perdagangan.

Nilainya bervariasi berdasarkan ukuran gerai, Origamii saat ini memiliki 3 tipe gerai yaitu model counter atau kiosk Rp 200 jutaan, ukuran menengah Rp 300 jutaan dan besar Rp 400 jutaan.

Setiap ukuran outlet akan menentukan omset yang akan dicapai karena dengan ukuran lebih besar, biasanya papar Eric bisa memuat display dan menjual layanan lebih banyak dibandingkan gerai yang berukuran counter. Tetapi di dalam pemilihan ukuran Origamii juga melihat dari potensi lokasi.

“Jika, lokasi dan daya beli sangat baik maka kami menyarankan ukuran menengah atau yang besar tetapi jika sebaliknya counter pun juga bisa. Adapun royalty yang harus dibayar sebesar 5% dari total omset bulanan, sedangkan franchise fee dikenakan sebesar 50 juta untuk jangka waktu 3 tahun. Rata-rata ROI kami sekitar 18-24 bulan, dan yang paling menarik adalah gross margin produk kami sekitar 70%, sehingga dapat dengan cepat memberikan keuntungan kepada investor,” kata Eric.

Pada saat ini Origamii juga sedang menggarap bisnis UKM dengan investasi lebih terjangkau dan tidak kalah menariknya. Proyek UKM ini ditujukan lebih untuk kota kecil atau kabupaten karena lokasi Origamii sendiri lebih cocok dengan konsep mall atau area yang sudah ramai.

Dari 26 outlet yang sudah ada, 12 outlet diantaranya adalah gerai franchisee yang antara lain berada di Pondok Indah Mall, Cibubur Junction, Supermal Karawaci, Cinere Mall, Taman Anggrek, Palembang Square, OPI Mall, Boemi kedaton Lampung, dan lain-lain.

Usaha Origamii sendiri didirikan pada akhir 2011 dan memulai outlet pertamanya di pertengahan 2012. Pendirian Origamii didasarkan atas kondisi minimnya usaha yang menyediakan layanan atau jasa untuk anak muda.

“Sehingga dengan adanya kekosongan ini kami melihat peluang yang sangat besar dengan pangsa pasar ABG ini, mungkin para ABG ini memiliki daya beli yang terbatas tetapi jumlah nya sangat banyak. Produk kami pun harganya mulai dari Rp 3.000 rupiah sampai diatas Rp 2 juta, jadinya dengan variasi pilihan yang banyak kami pun bisa menjaring seluruh segmen konsumen,” terang Eric.

Coffee Shop yang Menawarkan 3 Pilihan Paket Investasi
Satu lagi pendatang baru di bisnis coffee shop. Adalah Wake Cup nama kedai kopi yang siap meramaikan bisnis coffee shop. Wake Cup menawarkan 3 paket investasi untuk calon investor. Seperti apa peluang
Read More
Maxpedia, Bimbel Yang Menerapkan 4 Konsep Metode Pembelajaran
Lembaga pendidikan belajar yang berdiri 12 Juni 2015 ini memiliki fitur unggulan seperti e-spiritual, Internet bimbel, e-Learning, dan e-colllege. Bagi para siswa, keberadaan bimbingan belajar (bimbe
Read More
Ohayo Drawing School Pas untuk Mengasah Kreativitas Anak dan Tepat untuk Investasi
Sekolah yang satu ini sangat memahami bagaimana menyeimbangkan pertumbuhan otak kiri dan kanan anak. Melalui tiga kelas lukis yang dibuka, nama Ohayo Drawing School menjadi perbincangan banyak orang b
Read More
Mary Anne’s Artisan Bisnis Menggiurkan Dibalik Konsep “Artisan” Ice Cream
Dengan konsep dibuat dari nol itu juga produk Mary Anne’s dijamin tanpa bahan premixing dari pabrik, tanpa pemanis buatan maupun pengawet. Ice Cream, pancake, bahkan waffle cone yang tersedia ju
Read More