Siti Sahlani Tekuni Bisnis Karena Perasaan Bersalah

Bisa dikatakan wanita ini merupakan salah satu pegawai yang mendapat hidayah untuk terjun di dunia entrepreneur, wanita bernama lengkap Siti Sahlani ini tak menyangka bahwa dirinya menjadi seorang pebisnis.

Sebelumnya ia hanyalah seorang karyawati di salah satu perusahaan swasta, dengan keahlian di bidang accounting. Setelah ia melahirkan putri pertamanya, ia pun masih bekerja sampai mulai memasuki masa MPASI (Makanan Pendamping ASI).

Awalnya ia tidak pernah berpikir untuk membangun usaha dengan basic makanan ataupun yang berhubungan dengan bayi balita. Apalagi background pendidikannya yang bukan berasal dari sana.

“Semua berawal dari perasaan bersalah saya ketika harus meninggalkan putri saya selama saya bekerja. Saat itu saya bertekad bagaimana caranya agar saya tetap bisa memberikan yang terbaik untuk putri saya. Salah satunya dalam hal asupan gizi ketika memasuki tahap MPASI,” jelas wanita akrab sapaan Siti.

Dirinya sangat selektif dalam menggunakan bahan yang digunakan sampai peralatan yang dipakai. Untuk tahap awal MPASI ia mulai dengan puree sayuran dan buah-buahan. Lama-lama ia belajar membuat resep MPASI dari mulai searching di internet sampai membeli banyak buku MPASI.

Selain itu ia juga konsultasi ke dr.anak & ahli gizi demi menambah ilmu tentang MPASI. Dari sinilah titik awal mula usahanya. “Karena saya setiap hari membuat MPASI untuk putri kesayangannya, akhirnya saya memutuskan untuk jualan di depan rumah,” ceritanya.

Banyak suka duka yang dijalani Siti dalam memulai bisnis ini. Sukanya karena dalam membangun bisnis ini ia menjadi belajar untuk anaknya. Sebab seringkali buah hati nya ini menjadi “percobaan” untuk produk-produk olahan racikan tangannya. “Biasanya produk yang akan saya jual saya tester dulu ke anak saya, kalau anak saya lahap makannya, berarti saya berhasil tapi kalau tidak mau di makan berarti saya harus perbaiki lagi resepnya,” ujar wanita kelahiran Bekasi, 16 Oktober 1987.

Kedepannya Siti ingin Bubur Organik “Anak Sehat” bisa menjangkau setiap kota di Indonesia, harapannya agar anak Indonesia bisa sehat semuanya dan tidak ada lagi anak yang mengalami gizi buruk. Selain itu ia juga ingin membuka booth di mal atau pusat perbelanjaan karena sampai saat ini belum ada makanan untuk bayi balita yang mengedepankan mutu bahan baku tanpa menggunakan bumbu MSG.

Saat ini, outlet Bubur organik “Anak Sehat” telah menembus angka lebih dari 200 outlet hanya dalam waktu 2 tahun. Gerainya tersebar di Jabodetabek, Jawa-Tengah, Jawa-Timur dan Sumatera (Palembang). Selain itu usahanya juga telah mendapat sertifikasi dari dinas kesehatan dan telah lulus uji produk halal oleh LPPOM MUI. “Semoga dua sertifikasi tersebut bisa menambah kepercayaan masyarakat kepada kami akan produk yang saat ini mengusung produk sehat dan halal,” tutupnya. Alvin Pratama

Ricky Fernando, Butuh 4 Tahun Membuka Pasar Ice Cream Thailand
Tidak ada bisnis yang gampang. Begitulah ungkapan yang keluar dari Ricky Fernando, pemilik franchise Ice Manias. Ketika ia memulai bisnis ice cream, ia membutuhkan waktu selama 4 tahun untuk menawarka
Read More
Pery Andiani Merasa Ikut Melestarikan Budaya Indonesia
Sejak bergabung dengan PT Cantika Puspa Pesona, atau yang lebih familiar dikenal Martha Tilaar Spa, Pery Andiani memang kerap tampil di balik layar sehingga jarang yang mengenalnya kecuali para franch
Read More
Darin Nasywa Alia, Punya Bisnis Sendiri di Usia 10 Tahun
Kebanyakan anak seusianya lebih memilih menghabiskan waktunya untuk bermain. Tetapi Darin Nasywa Alia, lebih memilih berbisnis. Di usianya yang memasuki 10 tahun, Darin, panggilan akrabnya memilih me
Read More
Ghita Nafeeza, Kegigihan Yang Membuahkan Hasil
Awalnya wanita bernama lengkap Githa Nafeeza adalah sebagai pembawa acara di beberapa stasiun televisi nasional. Namun seiring berjalannya waktu, ia banting stir meninggalkan dunia media dan terjun me
Read More