Terminix Franchise Pembasmi Hama dari Amerika

Terminix merupakan merek franchise dari Amerika. Perusahaan pembasmi hama ini sudah beroperasi  di 47 negara bagian Amerika serta 22 Negara di dunia dengan 2,8 Juta Pelanggan.

Diantara merek franchise dari Amerika, Terminix merupakan franchise yang belum diketahui banyak publik Indonesia. Padahal, Terminix sudah lama beroperasi di Indonesia dan menorehkan kinerja yang baik. Tengok saja pertumbuhan bisnisnya. Saat ini, cabang bisnis Termnix sudah merambah ke berbagai daerah. Terminix memiliki sekitar 32 cabang. Sekitar 11 di Jabodetabek, 8  di Jawa,  5 di  Sumatra, 2 Bali + NTB, 2 Sulawesi, 2 Kalimantan dan 2 Papua dan 1 cabang Malaysia.

Berbagai cabang Terminix mendapat respon pasar yang baik di daerah tersebut. Tak heran jika Terminix pun diganjar berbagai pernghargaan. Diantaranya sebagai Zero Accident 2011, Best Residensial Pest Solution Majalah iDea 2011, Best Social Marketing Award 2014 Majalah Marketing, dan yang terkini Top Brand Award 2014-2015 dari Majalah Marketing.

Terminix sendiri mulai beroperasi di Indonesia pada 29 Oktober, 1995. Kantor perwakilan cabang pertamanya berdiri di Pejaten, Jakarta Selatan. Yang membawa franchise ini ke Indonesia adalah Bapak Tatang Bengardi. Alasan dia tertarik mengambil Terminix adalah karena merek ini sudah mendunia di bisnis pest control. Terminxik dibawa ke Indonesia oleh  Agricon Group - Bogor, yang kemudian mendirikan anak Perusahan PT. Agricon Putra Citra Optima, tahun 2002.

Ketika awal beroperasi, respon pasar cukup antusias terhadap produk dan layanan Terminix. “Namun konsumen perlu diedukasi akan manfaat jasa pest control, khususnya di segmen residensial dan retail komersial. Sesuai dengan filosofi yang kami miliki yaitu “melindungi anda dan milik anda dari hama”,” ujar Fauzan Muda Aman, Marketing Manager Terminix.

Dijelaskan, beberapa layanan yang ditawarkan Terminix adalah Termite Control (Pengedalian Rayap) dengan Produk TTM – Terminix Termite Management dan TLBS – Terminix Liquid Barrier Sytem,  Jasa Berlangganan Pest Control (Pengendalian Hama) dengan Produk GPM – General Pest Management (Tikus dan Serangga), EPM – Exotic Pest Management ( Hama Musiman – Kutubusuk, Tawon, Laba-laba dll), dan TOTS – Terminix One Time Service ( Khusus Jasa Sekali kunjungan).

“Produk unggulannya adalah Pest Control Segmen Residensial dengan Harga Terjangkau ( Rate Card Perkota Per luas Bangunan) dan  area layanan yang luas, dengan keunikan: Menjamin Bebas Hama Tanpa Merepotkan,” jelasnya.

Selain melakukan inovasi jasa layanan, pelatihan yang berkesinambungan, kata Fauzan, strategi bisnis yang dikembangkan Terminix ialah melakukan penetrasi ke segmen pasar Residensial, sehingga semakin dikenal oleh pengguna langsung. “Selain memaintain segmen komersial (Industri, Horeka, FaSum & FaSos), kita juga melakukan marketing komukasi dengan Style Kartun,” bebernya.

Selain itu, katanya lagi, secara berkala Terminix menjual dengan gerai/booth pada event khusus di komunitas, asosiasi, sekolah dan pelanggan. “Kita juga menjual ke agen-agen yang diangkat serta program referral bagi Pelanggan yang merekomendasikan masalah hama di lingkungan keluarga, kerabat, kolega dan komersialnya,” tandasnya.

Mempertimbangkan semakin teredukasinya jasa Pest Control dan perkembangan property dan infrastruktur lainnya, ujar Fauzan, maka konsep sub-franchise Terminix pun diluncurkan akhir tahun 2015 ini, dan terbatas pada karyawan Terminix, dengan pertimbangan memutakhirkan (update) sistem teknologi dan monitor kualitas jasa layanan.

Menurutnya, besarannya masih dalam proses kajian, dalam hitungan sementara berkisar mulai dari Rp 200 jutaan invetasi franchisenya. “Biaya investasi terbesar adalah pengadaan sistem informasi & teknologi, Perijinan, Training, dan Peralata.  Kedepannya kita ingin menjadi perusahan terpandang di Asia Pasific dengan Misi “melindungi anda dan milik dari hama” berdasarkan 4 Filosofi perusahan,” tegasnya sekali lagi. Zaziri

Berburu Laba dari Permainan Ala Detektif
Permainan memecahkan escape room biasanya ditemui pada dunia maya, berbeda dengan Escape Hunt yang memecahkan escape room di dunia nyata. Seperti apa peluang bisnis franchise dari Thailand ini?  
Read More
Saisyokuchanoma COO Bersiap Masuk ke Indonesia
Saisyokuchanoma COO yang berkantor pusat di Perfektur Shizuoka, kota Mishima di Jepang berencana untuk ekspansi ke Jakarta lewat Franchise maupun Business Opportunity (BO). Konsep dari COO yaitu meng
Read More
Its Luzi Peluang Franchise Parfum dari Swiss
Berdiri sejak 1926 dan sudah ada di 110 negara, Luzi masuk ke Indonesia pada 2001. Setelah mendirikan Luzi House di Jakarta beberapa bulan lalu, parfum ternanama dari Swiss ini meluncurkan peluang fra
Read More
ICE MANIAS, Franchise Ice Cream “Goreng” Asal Thailand
Bagi penyuka ice cream dan ingin menikmati sensasi berbeda cobalah Ice Manias. Berbeda dengan ice cream yang dikenal selama ini, Ice Manias tidak menjajakan ice cream yang lan
Read More