Yoya Hijab Memanfaatkan Member untuk Memperkuat Jaringan Bisnis

Perkembangan hijab sebagai bagian penting bagi wanita untuk menutup kepala kini semakin eksis. Ragam warna dan motif menjadi kekuatan hijab hingga kehadirannya mampu menyulap wajah industri bisnis penutup kepala ini dari yang semula tidak dilirik menjadi komoditas utama sejumlah orang untuk menikmati legitnya bisnis syar’i ini.Beberapa brand ternama turut menyemarakkan bisnis hijab dengan mengandalkan pesona pribadinya guna menarik antusiasme pasar. Sebut saja Shasmira, Rabbani, Zoya, dan merek busana muslim lainnya.Namun ada satu pemain di bisnis ini yang secara nama mirip-mirip dengan Zoya. Ia adalah Yoya Hijab yang merupakan singkatan dari pemiliknya yaitu Yoki Ferdian dan Yani sang istri. Yoya Hijab yang mulai berdiri sejak 2012 lalu adalah bisnis hijab yang memiliki differensiasi ragam motif sebagaikekuatan utamanya.“Produk kami bisa dibilang satu-satunya di Indonesia yang memiliki variasi motif yang berbeda,” ujar Yoki.Perbedaan Yoya Hijab dibanding hijab yang lain bisa dilihat dari varian motif yang cenderung berbeda dengan pemain lain dan kerap mengeluarkan inovasi baru setidaknya dua kali seminggu. Kekuatan motif itulah yang membuat Yoya Hijab tampil berbeda dan kehadirannya memberikan khazanah dan pilihan menjanjikan bagi konsumen. Guna memperkuat jaringan bisnisnya, Yoya Hijab mengusung skema keagenan dengan pendekatan member. Program membership yang dirilis Yoya sejak Februari itu lalu langsung menuai respon positif dari pelanggannya yang tersebar di seluruh Indonesia . Paska diluncurkan, hingga kini tercatat sudah 500 pelanggan tercatat sebagai member.Program member ini merupakan tahapan Yoya dalam upayanya mengembangkan sayap bisnis yang menurut Yoki bisa menjadi batu loncatan untuk pengembangan ketika menawarkan pola waralaba atau franchise kedepannya. Padahal secara kesiapan sistem, Yoya sudah memiliki beberapa syarat yang terbilang mendukung seperti pendirian PT dengan nama PT YOYA Putri Busana, kemudian memiliki SIUP dan NPWP.Namun Yoki menegaskan kalau ke arah situ (Franchise) masih butuh waktu dan tengah proses mematangkan sistem. “Kita masih terus melakukan penguatan sistem, persyaratan dan distribusi jika benar-benar ingin dimitrakan. Sekarang ini kita hanya menawarkan peluang bisnis keagenan dahulu,” katanya.Untuk saat ini Yoya memang baru menawarkan konsep membership kepada pelanggan dengan persyaratan melakukan pembelian minimal Rp1 juta. Beragam fasilitas pun ditawarkan kepada member seperti pembelian 1 kodi untuk hijab akan mendapatkan 1 poin dan 2 poin jika untuk fashion. Sampai kini jumlah member Yoya sudah mencapai 500 orang dan tersebar mulai dari Sabang sampai Merauke.Bahkan ada juga yang berasal dari Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. Dari beberapa member setianya ada juga yang sekali melakukan transaksi mencapai Rp30-40 juta. Disinggung soal omset yang didapatkan, Yoki menjawab penerimaan rutin tiap bulannya dari usaha hijab ini mencapai Rp1 Miliar. Terlebih di high session seperti menjelang bulan puasa dan lebaran, penghasilan yang ia terima bisa lebih.Yoya Hijab kini semakin berkembang sebagai sebuah brand yang sudah lekat di benak konsumen pengguna hijab. Produknya yang selalu memberikan kejutan dengan motif-motif berbeda membuat Yoya berdiri sendiri dan mapan. Dari sekian rencana perkembangan bisnisnya, Yoki memaparkan ia ingin sekali membuka toko berkonsep outlet modern dan digabungkan dengan café serta studio dalam satu tempat.“Bisa di ruko misalnya kita buka gerai modern khusus Yoya plus Café dan studio. Mungkin jika nanti difranchisekan kita maunya harus seperti itu konsepnya,” pungkas Yoki. Zaziri

Mary Anne’s Artisan Bisnis Menggiurkan Dibalik Konsep “Artisan” Ice Cream
Dengan konsep dibuat dari nol itu juga produk Mary Anne’s dijamin tanpa bahan premixing dari pabrik, tanpa pemanis buatan maupun pengawet. Ice Cream, pancake, bahkan waffle cone yang tersedia ju
Read More