Impian Dominasi Brand Lokal, teladan dari Alfamart
Sesungguhnya tidak tepat juga kalau dibilang bahwa brand franchise Indonesia tidak siap hadapi MEA dan brand asing akan keluar sebagai pemenang di berbagai sektor. Brand Indonesia lah yang paling tahu pasar Indonesia, paling kenal konsumen Indonesia dan karenanya paling berpeluang membangun loyalitas konsumen dengan membangun disiplin brand yang baik. Dalam edisi Februari lalu kita mengintip bagaimana JCo menjadi pemenang dalam kategori franchise donat. Franchise pesaingnya yang sesungguhnya menjadi acuan JCo secara internasional, dan pemimpin di pasar aslinya, dibuat tak berkutik oleh JCo di pasar Indonesia. Kalau JCo bisa, pasti yang lain juga bisa. Seperti yang pernah kita bahas, kuncinya adalah kemauan brand untuk membangun disiplin mencintai konsumennya sepenuh hati dengan penuh disiplin, secara konsisten di seluruh Indonesia. Sekarang marilah kita tengok sektor retail. Siapa yang tak kenal Alfamart dan Indomart? Retail asing mana yang berhasil mengungguli Alfamart dan Indomart di Indonesia? Sampai daerah paling kecil pun mereka ada. Keberadaannya bahkan menjadi simbol prestis di beberapa daerah. Mereka juga unggul alam membesut penghargaan antara lain The Best Brand Equity Gainer Award  dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) untuk pertumbuhan tercepat, Best of The Best Retailers Award for Asia Pasific dari FAPRA, Silver Award for Top retailer in Indonesia and Best of the best retailers awards from Retail Asia Pacific Top 500, The 50 Top Companies for 2012 dari Forbes Indonesia. Yuk kita tengok apa saja yang membuat mereka unggul? Kepemimpinan berdasarkan visi Alfamart mencanangkan visi untuk menjadi jaringan distribusi retail yang dimiliki oleh masyarakat luas berorientasi kepada pemberdayaan usaha kecil, memenuhi kebutuhan, harapan konsumen, serta mampu bersaing global. Mungkin semua perusahaan sejenis dapat mencanangkan visi yang sama, tapi Alfamart benar-benar membangun komitmen terhadap vii ini. Hal ini dapat dilihat dari konsistensi layanan yang diberikan. Setiap Alfamart yang kita temui benar-benar mencerminkan visi tersebut. Hal ini mencerminkan adanya rantai komando dan kepemimpinan yang mendasari konsistensi tersebut, dipandu oleh sistem yang berjalan efektif efisien. Pembangunan brand Visi Alfamart diterjemahkan menjadi strategi brand yang sangat konsisten. Strategi ini diterjemahkan ke dalam berbagai fungsi pendukung yang saling mendukung, dari people, distribution, finance, pricing, marketing dan customer relations yang baik. Implementasi dari strategi brand terasa kuat dari sisi visual, verbal dan experience dari outlet ke outlet. Hal ini sangat didukung dengan banyaknya outlet Alfamart (brand presence) dan kualitas yang baik, sehingga citra dan reputasinya pun terjaga baik. Komitmen kualitas Perusahaan tidak bisa “ingin menjadi pemimpin” tanpa mengambil langkah-langkah yang menunjukkan kepemimpinan dalam industri. Kepemimpinan Alfamart dalam industri diwujudkan dengan menjadi perusahaan pertama dalam industrinya yang mendapatkan ISO 9001:2000. Seluruh karyawan Alfamart hafal kebijakan mutu “Alfamart selalu siap memberikan kepuasan berbelanja dengan harga pas.” Seluruh jajaran manajemen dan staf pendukung bekerja mewujudkan kebijakan ini dengan panduan prosedur yang jelas. Hal ini sangat mendukung pembangunan brand di atas. Pengembangan manusia (people development) Setiap outlet dipimpin oleh seorang Chief of Store yang bertanggung jawab atas keberhasilan outletnya melalui pengukuran Sales Per Day (SPD), Struk Per Day (STD) dan Average Purchase per Customer (APC). Setiap hasil pencapaian diinformasikan pada setiap karyawan agar semua merasa memiliki hasil tersebut. Untuk itu diadakan pertemuan evaluasi secara intensif, setiap pagi dan sebelum pergantian shift. Sebelum bekerja setiap karyawan mengikuti orientasi antara lain mengenai standard prosedur layanan prima, materi pelaksanaan operasional, penanganan keluhan. Setiap kasir harus menjalani pelatihan kecantikan. Setelah bekerja setiap karyawan terus diberikan pelatihan berkala setiap bulan secara bergantian tergantung pada materi pelatihan. Pengembangan jaringan Alfamart gencar memperkenalkan jaringannya. Ada beberapa website yang disediakannya agar para calon franchisor dapat dengan mudah menjatuhkan pilihan pada Alfamart. Dengan banyaknya jaringan sampai ke pelosok yang terjaga mutunya, pengembangan brand dapat dilakukan dengan baik. Jaringan yang luas ini didukung oleh sistem bimbingan yang berkelanjutan dan sistim monitoring yang ketat. Semua jaringan mitra berkontribusi pada pembangunan brand Alfamart sehingga mereka benar-benar memantau bagaimana semua panduan manajemen yang telah ditetapkan dijalankan oleh mitra. Untuk menjaga kepuasan franchisor mereka pun membuat skema pembagian keuntungan yang memuaskan dan tidak “over promise” sehingga para franchisor tidak merasa dibohongi dan mau membeli outlet berikutnya. Promosi yang kuat Biro Riset AC Nielsen pun menyatakan bahwa Alfamart lebih unggul dalam hal pelayanan dan promosi dibanding peritel lain. Hal ini kembali mendukung pembangunan brand yang kuat di atas. Konsumen kenal dan senang dengan pengalaman yang mereka dapat di Alfamart, sehingga franchisor pun tak ragu menjatuhkan pilihan. Makin banyak franchisor, makin tinggi brand presence, makin kenal konsumen pada Alfamart, makin banyak yang happy, makin tinggi keuntungan franchisor, makin tinggi pula tingkat kepemimpinan Alfamart dalam industri. Nah, semoga makin banyak jaringan waralaba yang dapat meneladani Alfamart untuk menjadi pemimpin di kandang sendiri. Disiplin dalam pembangunan brand, dari pencanangan komitmen terjadai brand vision, kepemimpinan untuk memegang teguh komitmen tersebut ke seluruh jaringannya, pembangunan brand presence, reputation, promotion, dan akhirnya brand equity menjadi kunci apabila anda ingin menjadi brand yang memimpin di negara sendiri. Indira Abidin ? Chief Happiness Officer Fortune PR
Strategi Crop Circle untuk Membangun Posisi Top of Mind Papa John
Menjadi brand yang Top of Mind adalah impian setiap pemilik brand. Di mata calon franchisee brand ini adalah brand yang paling diingat dan kemungkinan diinginkan untuk menjadi tempat berinvestasi. Di
Read More
Mendapatkan “Social License to Operate”
Membuka gerai waralaba baru di sebuah daerah tidaklah mudah. Sering sekali kita dengar berbagai kendala yang dihadapi dari penolakan masyarakat, demo pelaku usaha sejenis yang lebih kecil, sampai pemb
Read More
Membangun Brand Pemenang
Siapa bilang brand lokal keok di Indonesia? Coba tengok JCo yang menang dari kompetitor langsung nya, Krispy Kreme dalam berbagai aspek di pasar Indonesia. Padahal Krispy Kreme adalah brand donat keba
Read More
7 Disiplin Agar Brand Tetap Remaja
Beberapa tahun lalu siapa yang tak kenal dengan nama-nama kondang seperti ILP dan Primagama? Namun kini sayang sekali, ILP tak ada di laman pertama google untuk pencarian “kursus bahasa Inggris” y
Read More