Simbiosis Mutualisme Franchisor & Franchise
Idealnya hubungan antara franchisor dan franchisee harus selalu harmonis. Namun kebanyakan justru hubungan hanya berjalan dengan baik di awal kerja sama saja dan banyak yang berakhir dengan perseteruan kedua pihak. Menurut saya penyebabnya adalah kurangnya pemahaman bahwa franchisor dan franchisee adalah dua pihak yang “saling membutuhkan”. Franchisor sering arogan karena merasa dibutuhkan franchisee. Sebaliknya franchisee sering merasa kesuksesannya bukan karena dibantu franchisor. Franchisee merasa franchisor hanya mengeksploitasi dirinya. Inilah yang menyebabkan akhirnya hubungan kedua pihak memanas dan akhirnya “cerai” secara tidak baik. Pentingnya pemahaman bahwa hubungan saling menguntungkan (simbiosis mutualisme) hendaknya dijelaskan di awal kerja sama. Penyamaan visi dan misi di awal kerja sama merupakan hal yang paling penting. Kedua pihak harus memiliki pemahaman yang sama dan saling “klik” satu sama lain. Tidak ada pihak yang boleh merasa lebih penting karena keduanya akan berkolaborasi membangun bisnis bersama. Franchisor terbantu karena brand-nya dapat lebih cepat melakukan penetrasi di daerah baru karena bantuan mitra lokal (franchisee) yang lebih mengenal pasar setempat. Sedangkan franchisee dapat memperoleh keuntungan dengan menggunakan brand milik franchisor. Intinya hubungan kerja sama ini adalah saling melengkapi. Tidak semua hubungan kerja sama berakhir dengan tidak baik. Masih banyak juga franchisor dan franchisee yang bekerja sama dalam waktu yang panjang dan memiliki hubungan yang sangat baik.   Pengalaman saya hubungan bisa berjalan dalam waktu yang relatif lama karena semua pihak merasa diuntungkan dari kerja sama tersebut. Semua pihak menjalankan komitmennya secara konsisten dan sama-sama memahami hak dan kewajibannya. Tidak ada pelanggaran yang membuat kedua pihak menjadi tidak percaya.   Jadi, jika semua pihak paham dengan aturan kerja sama dan punya niat baik dengan fondasi yang benar maka tidak ada yang perlu ditakutkan lagi sebuah hubungan akan berakhir dengan tidak baik.   Ingat bahwa bisnis di era sekarang ini memerlukan kolaborasi beberapa pihak agar bisa lebih cepat berkembang. Dengan demikian pasar dapat digarap secara lebih optimal dan akan memberikan keuntungan kepada franchisor dan franchisee. Jangan pernah berpikir bahwa bisnis Anda dapat besar sendiri tanpa bantuan pihak lain.   Percayalah bahwa dengan kerja sama dan kolaborasi yang sehat, maka bisnis franchise Anda akan dapat dikenal lebih cepat dan bisa menjadi market leader.   Djoko Kurniawan Senior Consultant of Business & Service Quality www.djokokurniawan.com www,dk-consultinggroup.com indo@djokokurniawan.com 08123209100 / 0818969100
Moment of Truth in Customer Service
Ketika Anda datang ke rumah sakit, saya yakin Anda pasti ingin dilayani secara baik dan profesional. Jika ada petugas yang tidak bisa memberikan penjelasan yang meyakinkan, Anda akan merasa ragu-ragu
Read More
CUSTOMER SERVICE BEFORE - DURING - AFTER
Pelayanan (service) selalu menarik untuk dibicarakan oleh pebisnis maupun customer. Di era modern ini, sudah terbukti bahwa service excellence telah mampu membuat perusahaan bisa bersaing di tengah ko
Read More
SERVICE EXCELLENCE & MILLENIAL GENERATION
Anda pasti setuju jika saya mengatakan bahwa dunia service berkembang secara cepat dan dinamis. Brand-brand kelas dunia selalu memikirkan bagaimana cara memberikan service excellence untuk semua custo
Read More
CUSTOMER ‘ACQUISITION vs RETENTION’
Banyak pebisnis fokus pada strategi mencari customer baru (customer acquisition) dan tidak terlalu memperhatikan customer lama yang sudah dimilikinya (customer retention). Saya melihat banyak ide yang
Read More