Creating Successful Global Franchise Brands
Jika berbicara tentang brand dengan sistem franchise bertaraf internasional, pasti Anda langsung ingat dengan McDonald's, 7-Eleven, Burger King, KFC, dan masih banyak lagi lainnya. Brand-brand tersebut sangat melekat di benak masyarakat Indonesia dan menjadi top of mind di kategorinya. Tentu saja untuk bisa menjadi seperti sekarang, mereka punya resep sukses yang bisa Anda pelajari. Ada 6 hal yang harus benar-benar diperhatikan oleh franchisor agar brand yang dimiliki bisa menjadi brand franchise berskala internasional yang sukses, yaitu brand thinking, brand identity, brand behaviour, brand belief, brand scalability dan brand management. Brand Thinking. Franchisor harus memikirkan brand-nya secara serius seperti halnya ketika retailer yang selalu berpikir untuk menciptakan loyal customer. Franchisor harus berpikir untuk membangun brand yang kuat dan menarik bagi calon franchisee. Ini bisa terjadi jika franchisor berpikir keras dan terus berinovasi untuk menciptakan brand yang luar biasa. Brand yang benar-benar dipikirkan oleh franchisor akan diminati oleh franchisee karena punya roh yang kuat. Brand Identity. Sebagai pemilik brand, franchisor harus senantiasa membuat brand yang konsisten dan memiliki identitas yang jelas di benak calon franchisee, baik dari sisi warna, arsitektur, seragam, dan juga signage. Sebagai contoh ketika orang melihat suatu bangunan tanpa identitas yang sedang dibangun oleh 7-Eleven, walaupun tanpa tulisan orang pasti akan tahu bahwa yang sedang dibangun adalah 7-Eleven. Itulah brand yang memiliki identitas yang kuat. Brand Behaviour. Franchisor harus memiliki standard yang selalu sama di semua cabang agar calon franchisee yakin dan memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi. Dengan demikian ketika calon franchisee melakukan survei sebelum bekerja sama, mereka akan semakin tertarik. Membuat standard memang terdengar mudah, tetapi menjalankannya dengan konsisten tentu bukan hal yang mudah. Jadi ketika franchisor berhasil menjalankan standard secara konsisten, ini adalah jalan terbaik untuk mencari franchise. Brand Belief. Kewajiban franchisor adalah membuat franchisee mengerti secara benar tentang visi dan misi sebuah brand. Franchisor harus membantu franchisee untuk menjalankan bisnisnya dengan benar sehingga tidak bergeser dari brand behaviour. Brand Scalability. Dalam bisnis franchise semuanya memang harus standard, namun demikian franchisor tetap harus berani tampil berbeda untuk tujuan menyesuaikan dengan budaya lokal tanpa merubah konsep secara total. Jika franchisor jeli melihat ini maka brand-nya akan dapat diterima di semua market dengan karakter yang berbeda-beda. Brand Management. Franchisor harus memiliki manajemen yang handal sehingga mampu untuk mengelola brand-nya dengan baik. Franchisor harus punya sistem dan memiliki aturan yang jelas agar tidak ada konflik dengan franchisee. Franchisor juga wajib mempunyai metode pengukuran kinerja franchisee sehingga reward dan punishment berjalan sesuai kinerja. Apakah brand Anda sudah siap? Jika belum, segeralah untuk memperbaikinya karena peluang di depan terbuka lebar. Franchisor yang berusaha dengan lebih baik, tentu akan jadi pemenangnya.   Djoko Kurniawan Senior Consultant of Business & Service Quality  
SUKSES = MEMBANTU ORANG LAIN
Di suatu forum seminar untuk kalangan pebisnis, ada satu peserta yang bertanya “Pak, apa resep sukses berbisnis?” dan saya menjawab singkat “Resepnya adalah membantu orang lain dan c
Read More
BUSINESS PLAN & EXECUSION
Saat ini banyak pebisnis yang belum menjalankan Plan/ rencana bisninya secara konsisten. Banyak alasan untuk tidak menjalankan rencana yang telah disusun dengan rapi. Rencana yang dimiliki biasanya su
Read More
5 KESALAHAN BESAR DALAM CUSTOMER
Banyak pebisnis yang masih belum mampu memberikan pelayanan terbaik (service excellence) kepada customernya. Mereka masih sering mengecewakan customer baik secara sadar maupun tidak. Di era modern ini
Read More
SERVICE PERCEPTION
Ketika mengunjungi salah satu foodcourt saya sangat terkejut karena tiba-tiba ada salah satu waiter yang menghampiri dengan sebuah pertanyaan yang mirip orang mengintrogasi “Sudah pernah kesini?
Read More