Belajar Franchise dari Jepang
Beberapa bulan terakhir ini Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) cukup sibuk menghadiri undangan dari luar negeri. Dua bulan lalu AFI mendapat undangan untuk menghadiri seminar franchise di Hongkong setelah sebelumnya menghadiri pameran franchise di Taiwan dan Filipina. Bulan lalu AFI diundang oleh Asosiasi Franchise Jepang untuk berpartisipasi dalam pameran franchise di Tokyo Big Sight, Jepang. Selain Indonesia, perwakilan dari Negara Asia juga turut diundang untuk berpartisipasi dalam pameran tersebut. Mereka antara lain Singapura, Thailand, Filipina, Hongkong, dan Macau. AFI dan perwakilan dari Negara Asia tersebut diberikan stand untuk mengenalkan industri franchise di Negaranya masing-masing. Diundang untuk berpartisipasi di ajang pameran franchise berskala internasional itu tentu suatu kebanggaan bagi AFI. Sebab, selain bisa menyaksikan kemeriahan pameran yang diikuti sekitar kurang lebih 300 peserta, juga bisa melihat industri franchise Jepang lebih dekat. Karena bagaimanapun Jepang merupakan salah satu Negara Asia yang pertumbuhan franchisenya sangat pesat dan banyak merek franchise asal sana yang sudah berkiprah di kancah global. Sebut saja 7 Eleven, Lawson, Family Mart, Mini Stop, Yoshinoya, Pepper Lunch, dan banyak merek franchise Jepang lainnya yang sukses ekspansi ke berbagai belahan Negara. Setidaknya, merek-merek franchise tersebut mencerminkan bahwa industri franchise di Negara Sakura itu tidak kalah kualitasnya dengan merek-merek franchise asal Barat. Karena merek-merek tersebut tidak hanya sukses di Jepang dan Asia saja, tapi Juga di Amerika dan Negara Eropa. Digdayanya merek franchise Jepang memang tidak mengejutkan jika melihat sejarah industri franchise di Negara tersebut. Sebab Asosiasi Franchise Jepang atau JFA sudah berdiri sejak 1972. Bisa dibilang JFA merupakan asosiasi franchise tertua di Negara Asia. Indonesia saja yang merupakan salah satu Asosiasi franchise tertua di kawasan Asia Tenggara baru berdiri pada 1991. Jadi wajar apabila Jepang bisa melangkah lebih jauh industry franchisenya. Tapi satu hal yang membuat industri franchise di Jepang bisa tumbuh dengan kualitas yang baik, yaitu kuatnya budaya entrepreneur di Negara tersebut. Mereka juga punya daya disiplin yang kuat dan memiliki keuletan. Filosofi Kamikaze tentu saja masih melekat kuat di bangsa itu. Apalagi pemerintah Jepang sangat mendorong industri franchise Jepang untuk tumbuh secara baik. Mereka (Pemerintah) memberikan pelatihan dan finansial yang memadai. Jadi wajar jika UKM-UKM di sana bisa naik kelas menjadi usaha unggulan dan naik kelas menjadi usaha franchise. Salah satu keunggulan franchise Jepang adalah memiliki sistem bisnis yang baik dan pemasaran yang jempolan. Mereka sangat detail dalam segala hal, baik masalah kebersihan maupun service. Franchisor Jepang juga sangat hati-hati dalam memilih partner bisnis. Anang Sukandar ? Ketua Asosiasi Franchise Indonesia
Songsong MEA, Calon Franchisee Harus Selektif Pilih Franchise Asing
Sebagai salah satu negara dengan penduduk terbesar di dunia (sekitar 250 juta penduduk), Indonesia dipandang sebagai negara yang yang memiliki potensi menggiurkan untuk ekspansi bisnis perusahaan
Read More
Ciri Khas (Keunikan) Itu Harus Diciptakan di Banyak Lini
Suatu usaha yang ingin diwaralabakan harus memiliki persyaratan dan kriteria. Setidaknya menurut PP No. 42 tahun 2007, pasal 3 disebutkan 6 kriteria antara lain, pertama, memiliki ciri khas usaha, ked
Read More
Industri “Service High End” Memicu Peluang Bisnis Baru
Di banyak negara maju, industri high end service sudah mulai berkembang dan bahkan di beberapa negara asia seperti Cina dan Korea. Dalam kesempatan ini saya akan mencoba untuk membahas isu yang cender
Read More
Berbisnis Franchise Harus Punya Etika
Semua bisnis, apa pun jenisnya tidak bisa lepas dari yang namanya etika bisnis. Sebab berbisnis terkait erat dengan trust atau kepercayaan. Tanpa adanya trust akan sulit menjalin businessrelationship
Read More