Candra Dauna Utama, Kegagalan itu Biasa, Lekas Bangkit Saja
Dalam dunia bisnis, segala sesuatunya harus diperhitungkan. Jika salah mengambil langkah, alih-alih untung yang ada malah buntung. Tapi terkadang, naluri bisnis sudah cukup untuk menjadikan seseorang tahu keputusan yang harus diambil ketika peluang di depan mata. Naluri ini bukan bakat, namun kemampuan yang terbentuk selama bertahun-tahun dari pengalaman jatuh bangun di dunia usaha. Sejak merampungkan kuliah ekonominya di Universitas Kristen Petra Surabaya pada tahun 2001, Candra Dauna Utama belum pernah bekerja pada orang. Ia mantap mengambil jalur sebagai pengusaha penuh waktu. Macam-macam bidang usaha telah dilakoninya, mulai dari elektronik sampai makanan ringan. Naluri bisnisnya telah terasah selama 13 tahun hingga ia tak pernah menyia-nyiakan setiap peluang yang dinilainya berprospek cerah. Suatu hari di penghujung tahun 2013, Candra dan keluarganya sedang bertamasya di Johor, Malaysia. Di sana, untuk pertama kalinya ia berkenalan dengan Crepe Signature. Waktu itu, brand yang menjajakan aneka kudapan ini baru dua tahun berdiri sejak diresmikan pada November 2011. Dengan segera Candra jatuh cinta dengan produk-produk Crepe Signature. Sebut saja Chicken Floss Cheese, Katsuoboshi dan Chocolate Cheese Banana. Belum lagi minumannya, seperti Milk Tea Pearl, Milk Tea Puding, Ice Cream Crepe dan Ice Cream Cup. “Produk-produk Crepe Siganture sangat unik. Crepenya berukuran besar dan crispy sekali,” kata Candra. Sepulang ke Indonesia, Candra segera menjalin komunikasi dengan pemegang lisensi Crepe Signature di Malaysia. Ia menanyakan segala hal yang perlu diketahuinya jika ingin membuka Crepe Signature di Indonesia. Tak hanya itu, Candra pun melakukan survei di berbagai kota mengenai prospek bisnis crepe. “Saya sudah lakukan survei di berbagai kota. Ternyata bisnis crepe ini dari segi produknya, jika memang rasanya enak, bisa dengan mudah diterima oleh masyarakat Indonesia. Nyatanya bisnis crepe memang langgeng sampai sekarang, karena crepe bisa untuk segala usia, tidak hanya anak-anak tapi juga remaja dan dewasa. Saya pun memutuskan untuk mengambil lisensi bisnis Crepe Signature di Indonesia,” terang Candra. Di bawah naungan PT Sentra Boga Nusantara, outlet Crepe Signature pertama di Indonesia kini telah bercokol apik di Solo Grand Mall. Sejak resmi beroperasi tanggal 26 April 2014, dengan segera Crepe Signature menjadi panganan favorit pengunjung mal. Pasalnya, selain menyediakan lebih dari 30 pilihan menu, produk-produknya dinilai lezat oleh konsumen dan harganya pun terbilang murah, mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu. Untuk menjaga agar tidak ada perbedaan rasa yang terlalu jauh antara produk Crepe Signature di Indonesia dengan di Malaysia, bahan-bahan seperti tepung dan coklat diimpor langsung oleh Candra dari Malaysia dan Singapura. Selain itu, Candra juga memastikan setiap bahan selalu fresh dan higienis. Dalam waktu empat bulan saja, kini Candra sudah mengelola dua outlet dan akan segera menambah enam outlet lagi. “Saat ini sudah dua yang beroperasi, dan yang masih dalam proses mencari lokasi ada enam. Kami menargetkan untuk membuka 10 outlet pada tahun ini, dan 50 outlet dalam tiga tahun ke depan,” ujar suami dari Sheila Sandy Hendrawan ini dengan optimis. Kesuksesan ini diikuti juga oleh induk bisnisnya di Malaysia, yang pada tahun ini mulai merambah pasar Singapura dan Brunei Darussalam. Hal ini turut membuktikan bahwa naluri bisnis Candra memang jitu adanya. Candra meyakini, keberanian mengambil resiko adalah sesuatu yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha. “Kunci sukses seorang pengusaha adalah berani mengambil resiko. Kalau soal kegagalan, itu pasti ada. Namanya merintis usaha, jatuh bangun pasti ada. Tapi ya harus cepat bangkit lagi. Selalu ada jalan,” tandas pria kelahiran 34 tahun silam ini.
Novita Sianipar, Ingin Bekerja yang Turut Membangun Bangsa
Sebelumnya, wanita dengan nama lengkap Novita Sianipar ini berkarir di perusahaan advertising dengan posisi sebagai Account Manager. Dengan posisinya itu, ia menghabiskan waktu kerjanya dengan dunia i
Read More
Berawal dari Hobi Sang Ibu
Christiana Agustin, nama lengkap wanita ini. Ia adalah pemilik Steffie Collection, sebuah toko aksesoris tempat tidur dengan konsep etnik asal Sragen, Jawa Timur. Produknya yang fenomenal yaitu sprei
Read More
Ricky Ferdinan Sutrisn, Magister Arsitektur Banting Setir ke Bisnis Kebab
Magister Arsitektur Banting Setir ke Bisnis Kebab Pria kelahiran Tulung Agung 9 Desember 1985 ini memilih untuk menekuni bisnisnya di dunia kuliner setelah bergelar Magister Arsitektur Universitas A
Read More
Agung Haryo Praponco, Ketekunan Yang Membuahkan Hasil
Pria kelahiran 46 tahun silam ini memulai debut usahanya sejak 2006 yang lalu. Agung mulai berkreasi membuat tahu yang kemudian dikombinasikan dengan adonan bakso khas Semarang yakni Tahu Bakso, karen
Read More