Eric Liga Saputra Uang Hanyalah Reward dari Semua Dedikasi
Dengan usia yang terbilang muda, pria yang bernama lengkap Eric Liga Saputra ini sukses membangun jaringan bisnisnya ke berbagai kota di Indonesia. Sentuhan tangan dinginnya, kreativitas dan semangatnya mampu membawa Origamii menjadi ritel foto kreatif yang sangat diperhitungkan di tanah air. Ia hanya membutuhkan waktu dua tahun untuk melebarkan jaringan gerainya di area Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Medan, Palembang dan Lampung. Bahkan dalam beberapa bulan ke depan Origamii akan melakukan pembukaan toko baru di Manado, Yogyakarta, Makasar, Balikpapan dan beberapa kota lainnya dengan menargetkan 36 gerai di tahun 2015. Ide Origamii sendiri berawal saat Ia melihat peluang bisnis dan adanya kebutuhan terhadap layanan foto kreatif dan konsep dari Origamii sendiri yang menarik. Yakni layanan foto beserta cetakan melalui produk-produk kreatif yang memiliki nilai jual tambah kepada konsumen. Seperti Photobox, Studio Otomatis, Cetakan Pembesaran, Frame dengan bentuk foto unik, Laser Kristal 3D, foto mozaik, puzzle, cetak instan untuk acara spesial anda dan masih banyak lainnya. Dari ide bisnis tersebut Eric perlahan mencoba merealisasikan mulai dari pengembangan produk dan layanan, aplikasi atau software untuk mendukung bisnis beserta program marketing dan promosi. Setelah pembukaan toko pertama berjalan sangat baik, Ia pun melanjutkan pembukaan toko berikutnya. “Turning point kami adalah pada saat Origamii  terpilih menjadi salah satu usaha Waralaba atau UKM yang didukung oleh Kementrian Perdagangan pada bulan September tahun lalu. Di sana kami merasakan animo dan kebutuhan bisnis foto kreatif sangat besar di Indonesia terutama di luar Jakarta,” ujar Eric. Kesuksesan Pria kelahiran Jakarta 29 September 1982 itu tidak terlepas dari motivasi untun meninggalkan warisan yang selalu dikenang. Seperti Steve Jobs membangun Apple dan Bill Gates dengan Microsoft-nya. “Mereka menjalankan bisnis dengan passion sampai akhirnya berhasil dan uang hanyalah reward dari semua dedikasi yang mereka kerjakan,” papar Eric. Perjalanan Eric pun rupanya tak jauh dari pekerjaanya sebelumnya di dunia IT, dan bekerja di salah satu perusahaan fotografi terbesar di Indonesia. Cita-citanya dahulu cukup sederhana yaitu dapat menciptakan suatu produk yang dapat dinikmati oleh orang banyak di Indonesia dan produk dikembangkan dapat diakui oleh negara asing. “Saya mengutip kalimat Robert F. Kennedy bahwa hanya mereka yang berani gagal dapat meraih keberhasilan, dan Dream big but start small. Itulah filosofi sukses saya,” ucap Eric lagi. Ia selalu melihat segala permasalahan dari sisi kesempatan dari pada kendala atau permasalahan. Menurutnya dengan berpikir positif dan terus berusaha maka akan dapat melewati segala tantangan dan rintangan. Sebagai putra bangsa, ia mengaku harus bisa bersaing dengan bangsa asing melalui kualitas produknya. Origamii sendiri seluruhnya dirancang oleh anak bangsa Indonesia dengan harapan agar dapat dinikmati di seluruh pelosok nusantara dan bahkan dapat dibanggakan atau disejajarkan dengan produk asing.
Setiawan, Mantan Karyawan Manufacturing PMA yang Sukses Dirikan Resto Steak
Bagi beberapa orang, memutuskan untuk berhenti dari sebuah perusahaan saat posisinya sudah nyaman mungkin sebuah hal yang menakutkan. Bagaimana tidak, sulitnya mencari kerja ditambah dengan iklim indu
Read More
Salman Subakat, Marketer Dibalik Kesuksesan Wardah
Layaknya sebuah pencapaian, apa yang dihasilkan Wardah di bawah kepemimpinan Salman bukanlah sesuatu yang instan. Jauh sebelumnya, Wardah juga gencar melakukan penetrasi pasar dengan berbagai kegiatan
Read More
Howard Sudihardjo, Help People First and The Money Will Follow Latter
Menjadi pebisnis itu jangan pernah takut gagal. Kalaupun gagal, maka harus cepat bangkit kembali. Inilah yang juga dirasakan oleh Howard Sudihardjo, Director Art Metal Laserindo. Gagal di bisnis-bisni
Read More
MUHAMMAD ARIEF FATONI Melahirkan Bisnis dari Pengalaman Pribadi
Pengalaman memang kerap menginspirasi kita untuk melahirkan peluang bisnis baru. Seperti yang dialami Muhammad Arief Fatoni, yang sukses mendirikan 55 gerai barbershop di berbagai kota di pulau Jawa.
Read More